Mimpi, Keinginan, Cita-cita, Target.
Manusia adalah seorang ciptaan yang
sempurna di dunia ini dengan mempunyai kelebihan yaitu sebuah akal yang bisa
berbuat berfikir, akan merubah dunia ini. Saya gunakan akal itu untuk menggapai
sebuah keinginan yang begitu banyak, saya mempunyai sebuah target dan saya
tulis di sebuah kertas lalu saya tempel di sebuah almari. karna seseorang tak
bisa akan berubah jika ia tak mempunyai sebuah target yang ia gapai.
Tapi, apa yang terjadi dengan
kehidupan saya. seakan-akan semua itu terbalik dengan apa yang saya inginkan,
betapa rasa jatuhnya diri ini dengan apa yang saya inginka, saya angan-angan
kan tak terwujud hanya karna kecerobohan saya.
saya di sini hanya ingin berbagi
suatu pengalaman pribadi saya, agar anda bisa memilih jalan yang baik tidak
menyesal seperti apa yang saya miliki.
Pada awalnya saya masuk di SMA, saya
gak tau arah. apa yang saya targetkan? apa yang saya tuju sekolah di menengah
atas? apa gunanya saya setelah sekolah ini? setelah saya lulus dari sini saya
akan ke mana? semua menjadi tanda tanya ??????
Mengalirnya waktu, ketika saya ada di bangku kelas 11
ada sosialisasi dari bimbingan belajar bla bla. kemudian saya di tanya, km
setelah ini mau kuliah dimana? ngambil jurusan apa? semua hanya sebuah
terlintas di fikiran saya dengan percaya diri saya jawab pertanyaan itu. saya
mau kuliah di universitas negeri malang dengan jurusan kimia murni. di hadapan
semua anak kelas saya katakan begitu, dan di saat saya menjawab sebuah
pertanyaan itu ada bebrapa teman saya yang menertawakan jawaban saya. karna
pelajaran kimia kebanyakan anak SMA tidak menyukainya. Disaat kelas 12 saya merangkai
tujuan saya mau kemana dan mengambil jurusan apa. saya dengan teguh pendirian
menuliskan chemestry di lemari saya. dan begitu saya katakan kepada orang tua
saya dia tidak memperbolehkan saya mengambil jurusan tersebut. saya ganti
dengan jurusan pharmacist, karna dulu SMP saya ingin menjadi seorag apoteker.
saya kejar farmasi dengan mengikuti SNMPTN. al hasil mengatakan mohon maaf anda
tidak di terima di jalur SNMPTN 2016. lalu saya ikut jalur tulis yang terkenal
dengan sebutan SBMPTN. lalu hasilnya adalah zonk. betapa down nya diri saya
ketika itu, melihat teman-teman saya ketrima sedangkan saya belum jelas mau
kemana. dan apa yang saya persiap kan pengorbanan untuk sbmptn bukan main-main.
saya mengikuti bimbel, saya belajar hingga malam untuk menyelesaikan soal-soal
yang bukan hanya sekedar soal karna soal sbmptn itu susah nya pakek bangets,
dan hasilnya tak seperti dugaan saya. ketika itu saya mengevaluasi diri
saya, apa yang salah dari diri ini. ternyata satu kesalahan dari diri saya
yaitu saya tidak mengikuti apa yang di saran kan oleh ortu saya. saya tidak
mendapatkan restu nya. karna saya fikir jika apa yang saya iginkan apa yang
saya senangi itu kedepannya akan saya lakukan dengan mulus dan lurus. ternyata
tuhan berkehandak lain.
Setelah kejadian tersebut, saya mau
terminal untuk mengikuti sbmptn tahun selanjutnya. tetapi ayah saya tida
memperbolehkan saya terminal. ayah saya mendaftarkan saya mengikuti ujian
mandiri di sebuah universitas yang dulu pernah saya sebut, pernah di
tertawakan. pada awalnya saya tidak yakin sudah untuk kuliah di tahun ini.
sampai ibu saya yang memilihkan jurusan saya, saya mengikuti ujian tersebut
dengan tangan hampa. apapun hasilnya jika ini yang terbaik atas ridho orang tua
saya. alhasil saya di terima di pilihan kedua dengan jurusan kimia.
Semua yang kita inginkan belum tentu itu baik untuk kita dan
baik menurut tuhan. karna ingatlah restu orang tua sama dengan restu allah. ada
sebuah kegagalan karna itu akan menuju ke sebuah keberhasilan. sebernanya saya
bukan hanya ikut SNMPTN,SBMPTN, Ujian Mandiri. saya pernah ikut ujian poltekkes
tetapi saya gugur di tes kesehatan, dam saya ikut poltekkes tidak dapat restu
dari orang tua. saya ikut ujian mandiri bukan hanya kampus saya sekarang tapi
universitas-universitas lainnya saya coba.
Jadi, semua yang kita inginkan tak semua harus terwujud. karna
dari kegagalan itu kita bisa mengerti dan mendapatkan sebuah pengalaman yang
berharga. jangan andalkan kepintaran mu. karna tak menjamin dirimu bisa masuk
di universitas yang anda impikan. mungkin jika anda merasa pintar mungkin
kemungkinan besar anda bisa masuk ke universitas yg anda inginkan dan itu semua
kembali ke pada anda dan rizky yang kita dapatkan. karna jika itu bukan rizky
nya tidak akan kita bisa masuk di universitas tersebut. sebarkan lah apa yang
anda inginkan agar semua orang tau, apa yang km impikan, apa yang km inginkan
karna siapa tau dia mendoakan, jika dia menertawkan mu jangan merasa sakithati
dan malu tetapi kamu buktikan yang ia tertawakan adalah salah. masa depanmu
bukan di tentukan oleh cemooh orang lain tapi dari dirimu yang menyikapi cemooh
itu. semoga bermanfaat. untuk si pembaca semoga mendapatkan suatu pelajaran
yang saya tulis.maaf jika tuisan saya tidak baik, karna ini pertama kali saya.
:) terimakasih.
salam, utid
Tidak ada komentar:
Posting Komentar