Senin, 03 Oktober 2016

Tergapai atau Rapuh



Mimpi, Keinginan, Cita-cita, Target.
          Manusia adalah seorang ciptaan yang sempurna di dunia ini dengan mempunyai kelebihan yaitu sebuah akal yang bisa berbuat berfikir, akan merubah dunia ini. Saya gunakan akal itu untuk menggapai sebuah keinginan yang begitu banyak, saya mempunyai sebuah target dan saya tulis di sebuah kertas lalu saya tempel di sebuah almari. karna seseorang tak bisa akan berubah jika ia tak mempunyai sebuah target yang ia gapai.
          Tapi, apa yang terjadi dengan kehidupan saya. seakan-akan semua itu terbalik dengan apa yang saya inginkan, betapa rasa jatuhnya diri ini dengan apa yang saya inginka, saya angan-angan kan tak terwujud hanya karna kecerobohan saya. 
saya di sini hanya ingin berbagi suatu pengalaman pribadi saya, agar anda bisa memilih jalan yang baik tidak menyesal seperti apa yang saya miliki. 
Pada awalnya saya masuk di SMA, saya gak tau arah. apa yang saya targetkan? apa yang saya tuju sekolah di menengah atas? apa gunanya saya setelah sekolah ini? setelah saya lulus dari sini saya akan ke mana? semua menjadi tanda tanya ??????
        Mengalirnya waktu, ketika saya ada di bangku kelas 11 ada sosialisasi dari bimbingan belajar bla bla. kemudian saya di tanya, km setelah ini mau kuliah dimana? ngambil jurusan apa? semua hanya sebuah terlintas di fikiran saya dengan percaya diri saya jawab pertanyaan itu. saya mau kuliah di universitas negeri malang dengan jurusan kimia murni. di hadapan semua anak kelas saya katakan begitu, dan di saat saya menjawab sebuah pertanyaan itu ada bebrapa teman saya yang menertawakan jawaban saya. karna pelajaran kimia kebanyakan anak SMA tidak menyukainya.        Disaat kelas 12 saya merangkai tujuan saya mau kemana dan mengambil jurusan apa. saya dengan teguh pendirian menuliskan chemestry di lemari saya. dan begitu saya katakan kepada orang tua saya dia tidak memperbolehkan saya mengambil jurusan tersebut. saya ganti dengan jurusan pharmacist, karna dulu SMP saya ingin menjadi seorag apoteker. saya kejar farmasi dengan mengikuti SNMPTN. al hasil mengatakan mohon maaf anda tidak di terima di jalur SNMPTN 2016. lalu saya ikut jalur tulis yang terkenal dengan sebutan SBMPTN. lalu hasilnya adalah zonk. betapa down nya diri saya ketika itu, melihat teman-teman saya ketrima sedangkan saya belum jelas mau kemana. dan apa yang saya persiap kan pengorbanan untuk sbmptn bukan main-main. saya mengikuti bimbel, saya belajar hingga malam untuk menyelesaikan soal-soal yang bukan hanya sekedar soal karna soal sbmptn itu susah nya pakek bangets, dan hasilnya tak seperti dugaan saya. ketika itu saya mengevaluasi diri saya, apa yang salah dari diri ini. ternyata satu kesalahan dari diri saya yaitu saya tidak mengikuti apa yang di saran kan oleh ortu saya. saya tidak mendapatkan restu nya. karna saya fikir jika apa yang saya iginkan apa yang saya senangi itu kedepannya akan saya lakukan dengan mulus dan lurus. ternyata tuhan berkehandak lain. 
    Setelah kejadian tersebut, saya mau terminal untuk mengikuti sbmptn tahun selanjutnya. tetapi ayah saya tida memperbolehkan saya terminal. ayah saya mendaftarkan saya mengikuti ujian mandiri di sebuah universitas yang dulu pernah saya sebut, pernah di tertawakan. pada awalnya saya tidak yakin sudah untuk kuliah di tahun ini. sampai ibu saya yang memilihkan jurusan saya, saya mengikuti ujian tersebut dengan tangan hampa. apapun hasilnya jika ini yang terbaik atas ridho orang tua saya. alhasil saya di terima di pilihan kedua dengan jurusan kimia. 
     Semua yang kita inginkan belum tentu itu baik untuk kita dan baik menurut tuhan. karna ingatlah restu orang tua sama dengan restu allah. ada sebuah kegagalan karna itu akan menuju ke sebuah keberhasilan. sebernanya saya bukan hanya ikut SNMPTN,SBMPTN, Ujian Mandiri. saya pernah ikut ujian poltekkes tetapi saya gugur di tes kesehatan, dam saya ikut poltekkes tidak dapat restu dari orang tua. saya ikut ujian mandiri bukan hanya kampus saya sekarang tapi universitas-universitas lainnya saya coba. 
     Jadi, semua yang kita inginkan tak semua harus terwujud. karna dari kegagalan itu kita bisa mengerti dan mendapatkan sebuah pengalaman yang berharga. jangan andalkan kepintaran mu. karna tak menjamin dirimu bisa masuk di universitas yang anda impikan. mungkin jika anda merasa pintar mungkin kemungkinan besar anda bisa masuk ke universitas yg anda inginkan dan itu semua kembali ke pada anda dan rizky yang kita dapatkan. karna jika itu bukan rizky nya tidak akan kita bisa masuk di universitas tersebut. sebarkan lah apa yang anda inginkan agar semua orang tau, apa yang km impikan, apa yang km inginkan karna siapa tau dia mendoakan, jika dia menertawkan mu jangan merasa sakithati dan malu tetapi kamu buktikan yang ia tertawakan adalah salah. masa depanmu bukan di tentukan oleh cemooh orang lain tapi dari dirimu yang menyikapi cemooh itu. semoga bermanfaat. untuk si pembaca semoga mendapatkan suatu pelajaran yang saya tulis.maaf jika tuisan saya tidak baik, karna ini pertama kali saya. :) terimakasih.
salam, utid



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MY 2018 RESOLUTION

My 2018 Resolution, mengejar mimpi bersama Theragran-M “ Impian yang terwujud hari ini adalah impian yang dulu berawal dari kekua...