Sosok ayah di mataku
Dia bukanlah
seorang yang hebat seperti spiderman yang bisa terbang kemana-mana. Dia
bukanlah seseorang yang nomor 1 di dunia ini, dan di bukanlah seseorang
terkenal di dalam negeri ini. Tetapi dia adalah seseorang yang hebat dan
menakjubkan di hati ini. Keberuntungan mempunyai dia, sosok orang yang selalu
mensuport diri ini, yaitu seorang ayah yang selalu ada di saat diri ini
membutuhkannya. Ku menyayanginya dan ku merindukannya disaat ku jauh darinya,
dia sosok ayah yang telah mendidik anaknya dari kecil hingga saat ini dengan
kesabarannya yang tak pernah letih dan dia yang selalu memberiku motivasi untuk
selalu tegar menghadapi cobaan masalah hidup ini.
Aku adalah seorang perempuan yang masih duduk di sekolah MAN
(sederajad dengan SMA), aku melakukan hijrah atau merantau setelah lulus dari
Sekolah Dasar (SD). Disaat aku tak mengerti dunia luar, tak bisa untuk mandiri.
Sebuah tetesan air mata yang selalu membasahi pipi ini dengan hati berkata “ku
merindukannya” “ku ingin pulang”. Tetapi sang ayahlah yang selalu memotivasi ku
memberi semangat pada diri ini. Di saat telah tumbuh dewasa sepert ini, merasa betapa
kuatnya sang ayah menghadapi masalah hidupnya di dunia kerja, ku merasa kasian
terhadapnya ketika dia menghadapi suatu masalah yang menimpa ayah dan
pekerjaannya dengan sekuat tenaga dan fikirannya ia perjuangkan demi menafkahi
keluarga, menyekolahkan anak-anaknya. Dahulu dia pernah dituntut oleh seseorang
karna dia tidak bisa masuk ke suatu pekerjaan karna tesnya yang masih kurang.
Dia tidak terima hingga membawanya kesebuah pengadilan yang tak semestinya
seperti itu. Beruntunglah ayah orang yang sabar menerima dengan lapang dada,
dengan susah payahnya mempertahankan dirinya hingga postur tubuhnya kecil, suka
sendiri di kamar, tetapi dia tidak lupa atas nama TUHAN yang memberikan cobaan
ini, ia selalu meminta kepada tuhan, berilah jalan petunjuk Mu, berikanlah
jalan yang mudah bagiku. Lambat larut berapa bulan ayah kesana kemari untuk
menyelesaikannya hingga akhirnya selesailah permasalahan itu. Bukan hanya itu
saja, banyak masalah-masalah yang hadir kepada keluargaku tetapi ayah
menghadapinya dengan tegar. Masalah
adalah suatu tempaan yang sengaja diberikan oleh tuhan kepada hambanya yang
siap menjadi orang besar.
Disaat ku tinggal
di sebuah asrama yang jauh dari orang tua, disaat ku susah disaat ku sedih dan
disaat ku malas untuk sekolah dan belajar ku selalu mengingat perjuangan sang ayah
yang selalu mencari nafkah untuk 3 seorang anaknya. Ia ingin melihat sang anak sukses dan mewujudkan
mimpi-mimpi dan cita-citanya, dengan senyuman yang membanggakan kepadanya.
Suatu ketika diriku merasa lelah dengan hidup ini merasa suntuk hati ini tak
tau sebabnya, tak tau alasannya hanya ingin menangis. Tak sengajaan mendengar sebuah
lagu yang membuat diri ini teringat oleh sang ayah yang membuat hati ini ingin
bertemu olehnya, ingin dipeluknya, ingin tertawa bersamanya, dan segumpal
tetesan embun oleh kantong mata yang menghiasi daerah pipi ini. Lagu itu selalu
yang membuat hati ini tersentuh.
(Saventeen AYAH)
Lirik: Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
ku ajarkan aku menjadi yang terbaik
ku tak pernah lelah
sebagai penopang dalam hidupku
kau berikan aku semua yang terindah
Reff: aku hanya memanggilmu ayah
di saat ku kehilangan ayah
aku hanya mengingatmu ayah
jika aku tlah jauh darimu
Lirik: Engkaulah nafasku
Yang menjaga di dalam hidupku
ku ajarkan aku menjadi yang terbaik
ku tak pernah lelah
sebagai penopang dalam hidupku
kau berikan aku semua yang terindah
Reff: aku hanya memanggilmu ayah
di saat ku kehilangan ayah
aku hanya mengingatmu ayah
jika aku tlah jauh darimu
Ayah pernah kecewa kepadaku tetapi ia tak pernah memarahi diri ini,
memukulku, mencemooh, mengolok-ngolok tetapi ia hanya tersenyum seperti bahagia
dengan berkata “belajar dengan lebih baik lagi”. Keberuntungan itulah yang aku
dapatkan dari sosok sang ayah kesabarannya dalam mendidik, karna tak semua ayah
mempunya sifat seperti ayahku.
Aku teringat waktu
masih kecil, sang ayah membaca alqur’an di sebelah diriku saat tertidur lelap,
disaat aku ingin bangun ku mendengar suara doa untuk seorang anak-anaknya
dengan suara yang rintih dan pelan. Ternyata seorang ayah selalu memendam suatu
kekecewaan, kemarahan, di hatinya hanya mengadu kepada sang pencipta. Setiap
sujudku, setiap ku angkat tanganku, ku selipkan namanya di setiap doaku “Ya Allah
ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku seperti dia mengasihaniku sewaktu
aku masih kecil. Jangan sia-siakan seorang ayah yang selalu mengorbankan tulang
punggungnya untuk membesarkan kita. Banggakanlah dia sebagai balas budi kita
kepadanya.
salam, utid

Tidak ada komentar:
Posting Komentar