Senin, 03 Oktober 2016

Ayah sebuah cermin





 
 
Sosok ayah di mataku
            Dia bukanlah seorang yang hebat seperti spiderman yang bisa terbang kemana-mana. Dia bukanlah seseorang yang nomor 1 di dunia ini, dan di bukanlah seseorang terkenal di dalam negeri ini. Tetapi dia adalah seseorang yang hebat dan menakjubkan di hati ini. Keberuntungan mempunyai dia, sosok orang yang selalu mensuport diri ini, yaitu seorang ayah yang selalu ada di saat diri ini membutuhkannya. Ku menyayanginya dan ku merindukannya disaat ku jauh darinya, dia sosok ayah yang telah mendidik anaknya dari kecil hingga saat ini dengan kesabarannya yang tak pernah letih dan dia yang selalu memberiku motivasi untuk selalu tegar menghadapi cobaan masalah hidup ini.
Aku adalah seorang perempuan yang masih duduk di sekolah MAN (sederajad dengan SMA), aku melakukan hijrah atau merantau setelah lulus dari Sekolah Dasar (SD). Disaat aku tak mengerti dunia luar, tak bisa untuk mandiri. Sebuah tetesan air mata yang selalu membasahi pipi ini dengan hati berkata “ku merindukannya” “ku ingin pulang”. Tetapi sang ayahlah yang selalu memotivasi ku memberi semangat pada diri ini. Di saat  telah tumbuh dewasa sepert ini, merasa betapa kuatnya sang ayah menghadapi masalah hidupnya di dunia kerja, ku merasa kasian terhadapnya ketika dia menghadapi suatu masalah yang menimpa ayah dan pekerjaannya dengan sekuat tenaga dan fikirannya ia perjuangkan demi menafkahi keluarga, menyekolahkan anak-anaknya. Dahulu dia pernah dituntut oleh seseorang karna dia tidak bisa masuk ke suatu pekerjaan karna tesnya yang masih kurang. Dia tidak terima hingga membawanya kesebuah pengadilan yang tak semestinya seperti itu. Beruntunglah ayah orang yang sabar menerima dengan lapang dada, dengan susah payahnya mempertahankan dirinya hingga postur tubuhnya kecil, suka sendiri di kamar, tetapi dia tidak lupa atas nama TUHAN yang memberikan cobaan ini, ia selalu meminta kepada tuhan, berilah jalan petunjuk Mu, berikanlah jalan yang mudah bagiku. Lambat larut berapa bulan ayah kesana kemari untuk menyelesaikannya hingga akhirnya selesailah permasalahan itu. Bukan hanya itu saja, banyak masalah-masalah yang hadir kepada keluargaku tetapi ayah menghadapinya dengan tegar.  Masalah adalah suatu tempaan yang sengaja diberikan oleh tuhan kepada hambanya yang siap menjadi orang besar.
            Disaat ku tinggal di sebuah asrama yang jauh dari orang tua, disaat ku susah disaat ku sedih dan disaat ku malas untuk sekolah dan belajar ku selalu mengingat perjuangan sang ayah yang selalu mencari nafkah untuk 3 seorang anaknya. Ia  ingin melihat sang anak sukses dan mewujudkan mimpi-mimpi dan cita-citanya, dengan senyuman yang membanggakan kepadanya. Suatu ketika diriku merasa lelah dengan hidup ini merasa suntuk hati ini tak tau sebabnya, tak tau alasannya hanya ingin menangis. Tak sengajaan mendengar sebuah lagu yang membuat diri ini teringat oleh sang ayah yang membuat hati ini ingin bertemu olehnya, ingin dipeluknya, ingin tertawa bersamanya, dan segumpal tetesan embun oleh kantong mata yang menghiasi daerah pipi ini. Lagu itu selalu yang membuat hati ini tersentuh.
                                              (Saventeen AYAH)
Lirik:                               Engkaulah nafasku
                              Yang menjaga di dalam hidupku
                           ku ajarkan aku menjadi yang terbaik
                                         ku tak pernah lelah
                             sebagai penopang dalam hidupku
                          kau berikan aku semua yang terindah
Reff:                       aku hanya memanggilmu ayah
                                 di saat ku kehilangan ayah
                               aku hanya mengingatmu ayah
                                   jika aku tlah jauh darimu

Ayah pernah kecewa kepadaku tetapi ia tak pernah memarahi diri ini, memukulku, mencemooh, mengolok-ngolok tetapi ia hanya tersenyum seperti bahagia dengan berkata “belajar dengan lebih baik lagi”. Keberuntungan itulah yang aku dapatkan dari sosok sang ayah kesabarannya dalam mendidik, karna tak semua ayah mempunya sifat seperti ayahku.


            Aku teringat waktu masih kecil, sang ayah membaca alqur’an di sebelah diriku saat tertidur lelap, disaat aku ingin bangun ku mendengar suara doa untuk seorang anak-anaknya dengan suara yang rintih dan pelan. Ternyata seorang ayah selalu memendam suatu kekecewaan, kemarahan, di hatinya hanya mengadu kepada sang pencipta. Setiap sujudku, setiap ku angkat tanganku, ku selipkan namanya di setiap doaku “Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku seperti dia mengasihaniku sewaktu aku masih kecil. Jangan sia-siakan seorang ayah yang selalu mengorbankan tulang punggungnya untuk membesarkan kita. Banggakanlah dia sebagai balas budi kita kepadanya.
salam, utid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MY 2018 RESOLUTION

My 2018 Resolution, mengejar mimpi bersama Theragran-M “ Impian yang terwujud hari ini adalah impian yang dulu berawal dari kekua...