Selasa, 11 Oktober 2016

Melangkah atau Mundur


 



Jika melihat masa lalu dan melihat masa depan ???
Apa yang kamu pikirkan ??
Apa yang kamu inginkan??
Apa yang kamu akan lakukan??
Merasa menyesal ataukah merasa ingin memutar waktu??

Semua bertanda tanya ?? bingung ingin melakuakan apa?
itu yang saya rasakan sekarang. 

Mulailah melakukan sesuatu yang baru, yang belum anda coba.
pasti nanti ada pertanyaan " jika saya melakukannya apa saya bisa?" " apa sanggup saya melakuakannya?" " apa saya bisa melakukannya?" semua itu pertanyaan yang basi kawan untuk sekarang. karna semua katakan dengan jawaban "YA"semua tidak akan anda lakuakan jika anda takut untuk melakuakannya, lakukan dahulu apapun yang terjadi itu semua hanya fikiran negatif yang menkuti fikiran anda.

Percaya dirilah dengan segala hal yang anda lakukan. saya akuin memang rasa percaya diri itu tidak mudah untuk dilakukan. semua ada tahapannya. Awalnya dengan memaksa diri ingin melakukan dan lihatlah diri mu dulu dengan segi pakaian dan segala atau penampilan dan lama-lama itu semua akan terbiasa.

Jika anda melihat ke belakang, melihat masa lalu mu, buatlah itu sebuah cermin. sebuah cermin untuk berkaca dari masa lalu untuk masa akan datang. janganlah kau hilangkan pengalaman burukmu. saya yakin walaupun ada bekas yang sangat menyakitkan tapi itu bisa membuatmu lebih baik kedepannya.

Jika anda melihat masa depan, lakukan sesuatu yang bermanfaat bagimu kedepannya.
dan ada pertanyaan " hal yang bermanfaat kan banyak? hal yang baik kan banyak ? saya bingung mau melakukan apa? " kembangkan kemampuanmu, carilah apa yang anda minat. jika anda mempunyai minat tetapi tidak punya bakat itu awalnya berawal dari keterpaksaan dalam fisik dan hati terenyum, dan lama-lama itu akan terbiasa dan menjadi bakat yang anda miliki.

Buatlah suatu target untuk masa depanmu atau apa yang ingin kamu lakuakn untuk kedepannya.
tempelkan di kamar anda. biar setiap kali km bangun ingat dengan apa yang anda tuju dan inginkan.
suatu keadaan atau suatu diri bisa berubah tidak akan terjadi jika itu tidak ada sebuah targer yang di capai.

Semoga pembaca tau apa yang saya maksud, untuk anda lakukan. agar hidup kita tertata dan ada tujuan kedepannya. semoga bermanfaar :).

Sala. utid

Senin, 03 Oktober 2016

Ayah sebuah cermin





 
 
Sosok ayah di mataku
            Dia bukanlah seorang yang hebat seperti spiderman yang bisa terbang kemana-mana. Dia bukanlah seseorang yang nomor 1 di dunia ini, dan di bukanlah seseorang terkenal di dalam negeri ini. Tetapi dia adalah seseorang yang hebat dan menakjubkan di hati ini. Keberuntungan mempunyai dia, sosok orang yang selalu mensuport diri ini, yaitu seorang ayah yang selalu ada di saat diri ini membutuhkannya. Ku menyayanginya dan ku merindukannya disaat ku jauh darinya, dia sosok ayah yang telah mendidik anaknya dari kecil hingga saat ini dengan kesabarannya yang tak pernah letih dan dia yang selalu memberiku motivasi untuk selalu tegar menghadapi cobaan masalah hidup ini.
Aku adalah seorang perempuan yang masih duduk di sekolah MAN (sederajad dengan SMA), aku melakukan hijrah atau merantau setelah lulus dari Sekolah Dasar (SD). Disaat aku tak mengerti dunia luar, tak bisa untuk mandiri. Sebuah tetesan air mata yang selalu membasahi pipi ini dengan hati berkata “ku merindukannya” “ku ingin pulang”. Tetapi sang ayahlah yang selalu memotivasi ku memberi semangat pada diri ini. Di saat  telah tumbuh dewasa sepert ini, merasa betapa kuatnya sang ayah menghadapi masalah hidupnya di dunia kerja, ku merasa kasian terhadapnya ketika dia menghadapi suatu masalah yang menimpa ayah dan pekerjaannya dengan sekuat tenaga dan fikirannya ia perjuangkan demi menafkahi keluarga, menyekolahkan anak-anaknya. Dahulu dia pernah dituntut oleh seseorang karna dia tidak bisa masuk ke suatu pekerjaan karna tesnya yang masih kurang. Dia tidak terima hingga membawanya kesebuah pengadilan yang tak semestinya seperti itu. Beruntunglah ayah orang yang sabar menerima dengan lapang dada, dengan susah payahnya mempertahankan dirinya hingga postur tubuhnya kecil, suka sendiri di kamar, tetapi dia tidak lupa atas nama TUHAN yang memberikan cobaan ini, ia selalu meminta kepada tuhan, berilah jalan petunjuk Mu, berikanlah jalan yang mudah bagiku. Lambat larut berapa bulan ayah kesana kemari untuk menyelesaikannya hingga akhirnya selesailah permasalahan itu. Bukan hanya itu saja, banyak masalah-masalah yang hadir kepada keluargaku tetapi ayah menghadapinya dengan tegar.  Masalah adalah suatu tempaan yang sengaja diberikan oleh tuhan kepada hambanya yang siap menjadi orang besar.
            Disaat ku tinggal di sebuah asrama yang jauh dari orang tua, disaat ku susah disaat ku sedih dan disaat ku malas untuk sekolah dan belajar ku selalu mengingat perjuangan sang ayah yang selalu mencari nafkah untuk 3 seorang anaknya. Ia  ingin melihat sang anak sukses dan mewujudkan mimpi-mimpi dan cita-citanya, dengan senyuman yang membanggakan kepadanya. Suatu ketika diriku merasa lelah dengan hidup ini merasa suntuk hati ini tak tau sebabnya, tak tau alasannya hanya ingin menangis. Tak sengajaan mendengar sebuah lagu yang membuat diri ini teringat oleh sang ayah yang membuat hati ini ingin bertemu olehnya, ingin dipeluknya, ingin tertawa bersamanya, dan segumpal tetesan embun oleh kantong mata yang menghiasi daerah pipi ini. Lagu itu selalu yang membuat hati ini tersentuh.
                                              (Saventeen AYAH)
Lirik:                               Engkaulah nafasku
                              Yang menjaga di dalam hidupku
                           ku ajarkan aku menjadi yang terbaik
                                         ku tak pernah lelah
                             sebagai penopang dalam hidupku
                          kau berikan aku semua yang terindah
Reff:                       aku hanya memanggilmu ayah
                                 di saat ku kehilangan ayah
                               aku hanya mengingatmu ayah
                                   jika aku tlah jauh darimu

Ayah pernah kecewa kepadaku tetapi ia tak pernah memarahi diri ini, memukulku, mencemooh, mengolok-ngolok tetapi ia hanya tersenyum seperti bahagia dengan berkata “belajar dengan lebih baik lagi”. Keberuntungan itulah yang aku dapatkan dari sosok sang ayah kesabarannya dalam mendidik, karna tak semua ayah mempunya sifat seperti ayahku.


            Aku teringat waktu masih kecil, sang ayah membaca alqur’an di sebelah diriku saat tertidur lelap, disaat aku ingin bangun ku mendengar suara doa untuk seorang anak-anaknya dengan suara yang rintih dan pelan. Ternyata seorang ayah selalu memendam suatu kekecewaan, kemarahan, di hatinya hanya mengadu kepada sang pencipta. Setiap sujudku, setiap ku angkat tanganku, ku selipkan namanya di setiap doaku “Ya Allah ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku seperti dia mengasihaniku sewaktu aku masih kecil. Jangan sia-siakan seorang ayah yang selalu mengorbankan tulang punggungnya untuk membesarkan kita. Banggakanlah dia sebagai balas budi kita kepadanya.
salam, utid

Tergapai atau Rapuh



Mimpi, Keinginan, Cita-cita, Target.
          Manusia adalah seorang ciptaan yang sempurna di dunia ini dengan mempunyai kelebihan yaitu sebuah akal yang bisa berbuat berfikir, akan merubah dunia ini. Saya gunakan akal itu untuk menggapai sebuah keinginan yang begitu banyak, saya mempunyai sebuah target dan saya tulis di sebuah kertas lalu saya tempel di sebuah almari. karna seseorang tak bisa akan berubah jika ia tak mempunyai sebuah target yang ia gapai.
          Tapi, apa yang terjadi dengan kehidupan saya. seakan-akan semua itu terbalik dengan apa yang saya inginkan, betapa rasa jatuhnya diri ini dengan apa yang saya inginka, saya angan-angan kan tak terwujud hanya karna kecerobohan saya. 
saya di sini hanya ingin berbagi suatu pengalaman pribadi saya, agar anda bisa memilih jalan yang baik tidak menyesal seperti apa yang saya miliki. 
Pada awalnya saya masuk di SMA, saya gak tau arah. apa yang saya targetkan? apa yang saya tuju sekolah di menengah atas? apa gunanya saya setelah sekolah ini? setelah saya lulus dari sini saya akan ke mana? semua menjadi tanda tanya ??????
        Mengalirnya waktu, ketika saya ada di bangku kelas 11 ada sosialisasi dari bimbingan belajar bla bla. kemudian saya di tanya, km setelah ini mau kuliah dimana? ngambil jurusan apa? semua hanya sebuah terlintas di fikiran saya dengan percaya diri saya jawab pertanyaan itu. saya mau kuliah di universitas negeri malang dengan jurusan kimia murni. di hadapan semua anak kelas saya katakan begitu, dan di saat saya menjawab sebuah pertanyaan itu ada bebrapa teman saya yang menertawakan jawaban saya. karna pelajaran kimia kebanyakan anak SMA tidak menyukainya.        Disaat kelas 12 saya merangkai tujuan saya mau kemana dan mengambil jurusan apa. saya dengan teguh pendirian menuliskan chemestry di lemari saya. dan begitu saya katakan kepada orang tua saya dia tidak memperbolehkan saya mengambil jurusan tersebut. saya ganti dengan jurusan pharmacist, karna dulu SMP saya ingin menjadi seorag apoteker. saya kejar farmasi dengan mengikuti SNMPTN. al hasil mengatakan mohon maaf anda tidak di terima di jalur SNMPTN 2016. lalu saya ikut jalur tulis yang terkenal dengan sebutan SBMPTN. lalu hasilnya adalah zonk. betapa down nya diri saya ketika itu, melihat teman-teman saya ketrima sedangkan saya belum jelas mau kemana. dan apa yang saya persiap kan pengorbanan untuk sbmptn bukan main-main. saya mengikuti bimbel, saya belajar hingga malam untuk menyelesaikan soal-soal yang bukan hanya sekedar soal karna soal sbmptn itu susah nya pakek bangets, dan hasilnya tak seperti dugaan saya. ketika itu saya mengevaluasi diri saya, apa yang salah dari diri ini. ternyata satu kesalahan dari diri saya yaitu saya tidak mengikuti apa yang di saran kan oleh ortu saya. saya tidak mendapatkan restu nya. karna saya fikir jika apa yang saya iginkan apa yang saya senangi itu kedepannya akan saya lakukan dengan mulus dan lurus. ternyata tuhan berkehandak lain. 
    Setelah kejadian tersebut, saya mau terminal untuk mengikuti sbmptn tahun selanjutnya. tetapi ayah saya tida memperbolehkan saya terminal. ayah saya mendaftarkan saya mengikuti ujian mandiri di sebuah universitas yang dulu pernah saya sebut, pernah di tertawakan. pada awalnya saya tidak yakin sudah untuk kuliah di tahun ini. sampai ibu saya yang memilihkan jurusan saya, saya mengikuti ujian tersebut dengan tangan hampa. apapun hasilnya jika ini yang terbaik atas ridho orang tua saya. alhasil saya di terima di pilihan kedua dengan jurusan kimia. 
     Semua yang kita inginkan belum tentu itu baik untuk kita dan baik menurut tuhan. karna ingatlah restu orang tua sama dengan restu allah. ada sebuah kegagalan karna itu akan menuju ke sebuah keberhasilan. sebernanya saya bukan hanya ikut SNMPTN,SBMPTN, Ujian Mandiri. saya pernah ikut ujian poltekkes tetapi saya gugur di tes kesehatan, dam saya ikut poltekkes tidak dapat restu dari orang tua. saya ikut ujian mandiri bukan hanya kampus saya sekarang tapi universitas-universitas lainnya saya coba. 
     Jadi, semua yang kita inginkan tak semua harus terwujud. karna dari kegagalan itu kita bisa mengerti dan mendapatkan sebuah pengalaman yang berharga. jangan andalkan kepintaran mu. karna tak menjamin dirimu bisa masuk di universitas yang anda impikan. mungkin jika anda merasa pintar mungkin kemungkinan besar anda bisa masuk ke universitas yg anda inginkan dan itu semua kembali ke pada anda dan rizky yang kita dapatkan. karna jika itu bukan rizky nya tidak akan kita bisa masuk di universitas tersebut. sebarkan lah apa yang anda inginkan agar semua orang tau, apa yang km impikan, apa yang km inginkan karna siapa tau dia mendoakan, jika dia menertawkan mu jangan merasa sakithati dan malu tetapi kamu buktikan yang ia tertawakan adalah salah. masa depanmu bukan di tentukan oleh cemooh orang lain tapi dari dirimu yang menyikapi cemooh itu. semoga bermanfaat. untuk si pembaca semoga mendapatkan suatu pelajaran yang saya tulis.maaf jika tuisan saya tidak baik, karna ini pertama kali saya. :) terimakasih.
salam, utid



MY 2018 RESOLUTION

My 2018 Resolution, mengejar mimpi bersama Theragran-M “ Impian yang terwujud hari ini adalah impian yang dulu berawal dari kekua...